free web hit counter

Tutorial Laravel 9: Framework MVC Terbaik Untuk Pengembangan Web

Pengantar

Salam Sobat Sipil, apakah Anda sedang mencari framework untuk membangun aplikasi web yang cepat, aman, dan mudah dikembangkan? Laravel 9 adalah jawabannya! Framework ini merupakan penerus Laravel 8 dengan berbagai fitur baru dan perbaikan bug yang lebih banyak. Artikel ini akan membahas selengkap-lengkapnya tentang tutorial Laravel 9 dan bagaimana cara penggunaannya. So, stay tuned!

Pendahuluan

Laravel 9 merupakan framework berbasis PHP dengan arsitektur Model-View-Controller (MVC) yang sangat populer di kalangan pengembang web. Framework ini didesain untuk mempermudah dan mempercepat pengembangan aplikasi web dengan berbagai fitur dan kemampuan yang sudah terintegrasi. Selain itu, Laravel 9 juga terus melakukan perbaikan dan update sehingga meminimalisir bug serta meningkatkan kinerja dan keamanannya.

Dalam menggunakan Laravel 9, ada beberapa kelebihan dan kekurangan yang perlu diketahui. Di sisi kelebihannya, Laravel 9 memiliki antarmuka Command-line Interface (CLI) yang sangat berguna dalam pengembangan, dilengkapi dengan fitur-fitur seperti Unit Testing dan Database Migrations, serta memiliki community yang aktif dan support yang dapat membantu pengguna ketika mengalami kesulitan. Namun, kekurangan dari Laravel 9 adalah dokumentasi yang terkadang belum terlalu lengkap dan hanya terdapat support untuk versi PHP yang terbaru.

Nah, supaya lebih jelas, simak penjelasan selengkapnya tentang kelebihan dan kekurangan tutorial Laravel 9 berikut ini:

1. Kelebihan Laravel 9

Kelebihan pertama dari Laravel 9 adalah terdapat fitur CLI yang dapat membantu developer dalam pengembangan. Dengan menggunakan fitur ini, developer dapat memudahkan proses pembuatan file controller, model, dan migration, serta menjalankan unit testing secara mudah dan mempermudah proses deployment. Selain itu, Laravel 9 juga sudah menyediakan beberapa utility classes untuk memperoleh data yang lebih baik seperti Http dan Request classes yang sangat berguna.

Selain itu, Laravel 9 juga menyediakan fitur “Blade” templating engine yang memudahkan developer dalam pembuatan tampilan web. Blade memiliki kemampuan untuk mengoutputkan HTML, CSS, dan JavaScript secara mudah serta terdapat fitur seperti conditional statement dan loop agar UI lebih menarik.

Sebagai framework open-source, Laravel 9 sangat di dukung oleh community yang aktif dan berkualitas. Ini memungkinkan pengguna untuk menemukan solusi atas permasalahan yang ditemukan selama proses pengembangan. Selain itu, Laravel 9 juga menyediakan fitur caching yang membuat kinerja aplikasi web menjadi lebih optimal.

Tidak hanya itu, Laravel 9 juga sangat mengutamakan keamanan website. Dalam framework ini, implementasi security sudah terintegrasi sehingga mempermudah developer meningkatkan keamanan web yang dibangun. Sistem ini memperkenalkan beberapa fitur penting seperti enkripsi, hashing, dan fitur autentikasi.

Selain itu, Laravel juga sangat mudah untuk dipelajari jika dibandingkan dengan beberapa framework lain dan memiliki dokumentasi yang cukup lengkap dan intuitif bagi para pengguna.

Terakhir, Laravel 9 memiliki kemampuan untuk menangani proses database dengan sistem Object Relational Mapping (ORM). Ini membuat developer lebih mudah dalam menghubungkan aplikasi web dengan database seperti MySQL, PostgreSQL, dan SQLite.

2. Kekurangan Laravel 9

Kekurangan pertama dari Laravel 9 adalah dokumentasi kadang-kadang belum terlalu lengkap. Hal ini mungkin membuat developer kebingungan dalam menjelajahi framework dan mempelajari aksi-aksi yang diperlukan.

Selain itu, Laravel 9 hanya dapat berjalan pada PHP yang terbaru (PHP 8). Hal ini dapat menyulitkan pengguna yang harus memperbaruhi versi PHP yang lama agar dapat menggunakan Laravel 9.

Kekurangan lain dari Laravel 9 adalah generasi resource API yang kurang baik. Laravel 9 akan mengeksekusi semua API endpoint secara internal saat dipanggil, berbeda dengan generator seperti Lumen atau CakePHP yang akan menghasilkan kode antarmuka tinggi yang menjalankan aksi dari API URL.

Selain itu, Laravel 9 memiliki kurva belajar yang cukup tinggi dibandingkan dengan framework web lain. Oleh karena itu, dibutuhkan waktu yang cukup lama agar para developer dapat mempertajam kemampuan dan kapasitas mereka dalam menggunakan Laravel 9.

Last but not least, terdapat beberapa fitur yang tidak banyak digunakan dalam Laravel 9, seperti fitur Advanced Routing dan Readable Duration Format, sehingga bagi pengguna yang baru belajar juga mungkin tidak menggunakannya.

Tutorial Laravel 9: Fitur Utama & Cara Penggunaannya

Berikut adalah beberapa fitur utama dalam Laravel 9:

1. Installer Composer

Installer Composer bisa berguna sebagai salah satu alat yang dapat membantu developer dalam menjalankan Laravel 9. Untuk menginstall installer, developer harus menjalankan perintah-petintah tertentu seperti ini:

Perintah Keterangan
curl -sSl https://getcomposer.org/installer Mendownload Composer installer
php installer –install-dir=/usr/local/bin –filename=composer Menginstall Composer ke dalam lokal bin.
composer Menjalankan Composer

Setelah proses instalasi selesai, developer dapat dengan mudah meluncurkan Laravel 9 framework pada server lokal di komputer mereka.

2. HTTP Request Lifecycle

Laravel 9 memiliki HTTP Request Lifecycle terdiri dari serangkaian metode dan perlakuan yang dilakukan oleh Laravel 9 saat seorang pengguna mencari halaman web aplikasi Laravel. Metode ini terdiri dari:

  1. Route: Laravel mengambil URL panggilan dan mengubahnya menjadi request
  2. Middleware: Laravel akan melakukan pemrosesan terhadap URL panggilan tersebut, melakukan validasi dan menganalisa apakah request tersebut layak atau tidak
  3. Controller: Setelah middleware selesai diproses, request akan diteruskan ke controller yang memproses data dan membuat respon kepada API
  4. Respon: Controller akan mereturn hasil data kepada API
  5. View: Respon kembali akan dikirim ke view yang akan mengeksekusi markup HTML dan tampilan yang dibuat

Dalam banyak hal, HTTP Request Lifecycle merupakan dasar pengolahan data yang terintegrasi dalam Laravel 9 yang berguna dalam membuat aplikasi web.

3. Blade Templating Engine

Laravel 9 menggunakan Blade templating engine untuk tampilan aplikasinya. Hal ini memisahkan coding logic dari HTML dan membuat UI menjadi lebih mudah di-edit dan dioptimalkan. Ini memberikan kemampuan yang luar biasa untuk developer agar tampilan web dapat terlihat lebih bagus dan menarik.

Untuk menampilkan data dalam Blade, developer perlu mengetik kode {{ variable }} di mana “variable” merupakan variabel yang ingin ditampilkan.

4. Fitur untuk Unit Testing

Laravel 9 sudah menyediakan fitur Unit Testing yang sangat berguna bagi developer dalam memeriksa kode dengan lebih mudah dan cepat. Fitur ini memastikan bahwa aplikasi web berjalan sesuai dengan keinginan dari sisi coding logic.

Laravel 9 sendiri memiliki beberapa fitur yang dapat digunakan saat melakukan unit testing, seperti mock object dan assertions, yang dapat bermanfaat saat membuat aplikasi web yang kompleks.

Untuk menjalankan unit testing, developer bisa menggunakan perintah berikut:

Perintah Keterangan
php artisan make:test testName Untuk membuat test baru dengan testname sebagai nama test
php artisan test Untuk menjalankan testing pada aplikasi web

FAQ: Pertanyaan Umum Seputar Laravel 9

1. Apa Itu Laravel 9?

Laravel 9 adalah framework PHP renovasi dari Laravel 8 yang ditujukan untuk memudahkan pengembang web dalam membuat aplikasi web yang cepat, aman, dan mudah dikembangkan.

2. Apa Itu Framework MVC?

Framework Model-View-Controller (MVC) adalah framework yang digunakan untuk membangun aplikasi web yang efektif dengan memisahkan permodelan, pemrosesan controller, dan tampilan dengan jelas sehingga aplikasi web lebih fleksibel dan mudah di-update.

3. Bagaimana Cara Menjalankan Request di Laravel 9?

Laravel 9 memungkinkan pengguna untuk menjalankan HTTP request dengan menggunakan Route untuk menangkap URL panggilan, Middleware untuk validasi dan analisa, dan Controller untuk membuat respon.

4. Apa Itu Blade Templating Engine di Laravel 9?

Blade Templating Engine adalah fitur di Laravel 9 yang memungkinkan developer untuk memisahkan coding logic dan HTML agar membuat dan memodifikasi UI menjadi lebih mudah dan cepat.

5. Apa Itu Unit Test di Laravel 9?

Unit test adalah teknik yang digunakan untuk memeriksa kode permodelan, controller, dan tampilan di Laravel 9 yang telah dibuat oleh pengguna, sehingga memastikan bahwa aplikasi web telah berjalan sesuai dengan keinginan dan fungsinya.

6. Apa Saja Kelebihan Laravel 9?

Beberapa kelebihan dari Laravel 9 adalah fitur CLI, Blade templating engine, community yang aktif, keamanan website yang terintegrasi, serta dokumentasi yang cukup lengkap dan mudah dipahami.

7. Apa Saja Kekurangan Laravel 9?

Beberapa kekurangan dari Laravel 9 antara lain dokumentasi yang belum terlalu lengkap, hanya dapat berjalan pada PHP yang terbaru (PHP 8), generasi resource API yang kurang baik, kurva belajar yang tinggi, serta beberapa fitur yang kurang umum digunakan.

Kesimpulan

Laravel 9 adalah framework PHP yang sangat cocok digunakan untuk pengembangan aplikasi web yang cepat, mudah dikembangkan dan memiliki fitur yang lengkap. Meskipun demikian, Laravel 9 juga memiliki kekurangan yang perlu dipertimbangkan oleh pengguna sebelum menjalankan aplikasi web. Dalam penggunaan Laravel 9, diharapkan pengguna mempelajari dokumentasi dengan seksama agar bisa menggunakan fitur-fitur yang tepat.

Dalam kesimpulannya, Laravel 9 adalah pilihan yang tepat bagi pengembang web yang mencari framework efektif, bermanfaat, aman, dan mudah digunakan. Namun pengguna perlu mempertimbangkan beberapa kekurangan sebelum menggunakan Laravel 9.

Kata Penutup

Itulah ulasan tentang Tutorial Laravel 9: Framework MVC Terbaik Untuk Pengembangan Web yang dapat disajikan kepada Sobat Sipil. Framework Laravel 9 bisa menjadikan pengembangan aplikasi web dengan PHP menjadi lebih mudah, cepat, dan lancar. Terima kasih telah membaca artikel ini dan semoga artikel ini dapat memberikan manfaat untuk Anda.