free web hit counter

Tutorial FastAPI: Mengenal Dan Mengembangkan Website Cepat Dan Efektif

Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Memulai

Salam Sobat Sipil, sebelum kita mengenal lebih jauh tentang FastAPI, pastikan kita memahami konsep dan bahasa pemrograman yang dibutuhkan. FastAPI adalah sebuah framework web yang dibangun dengan menggunakan bahasa pemrograman Python. FastAPI masuk ke dalam kategori ASGI, Acronym of Asynchronous Server Gateway Interface yang merupakan implementasi dari server Python.

FastAPI menyediakan pengaturan aliran data secara async, yang mana mempercepat proses response API. Hal ini paling sering digunakan oleh para developer ketika membuat aplikasi backend, atau membangun backend sebuah website dengan aksesibilitas yang lebih cepat.

FastAPI memiliki slogan yaitu “FastAPI, webservices dengan performa tinggi dan sedikit code”, dan sepertinya slogan tersebut sangat cocok dengan kecepatan FastAPI dalam mengoperasikan perintah-perintah API.

Apabila dalam satu detik kita mempunyai 1000 request yang masuk, maka FastAPI mampu memproses request tersebut secara simultan dan akurat.

Kelebihan FastAPI

1. Performa yang tinggi serta ringkas dan sederhana

FastAPI dirancang untuk mempercepat pembangunan API dengan code yang lebih sedikit dan sederhana. Setiap request yang masuk akan diproses secara simultan sehingga sangat cocok digunakan untuk website yang membutuhkan performa tinggi.

2. Memakai teknologi asinkronus

Seperti yang sudah kita tau sebelumnyaa, FastAPI memakai teknologi ASGI yang dimana sangat mempercepat proses data aliran. Hal ini menjadikan FastAPI sangat cocok digunakan dalam lingkungan yang memakai teknologi backend yang besar dan pada tingkat permintaan data yang tinggi.

3. Mudah diinstal dan digunakan

Aplikasi ini sangat mudah untuk di-install dan digunakan karena telah dibuat dengan memakai Python. Para developer pun bisa dengan mudah dalam membangun dan merancang aplikasi menggunakan FastAPI.

4. Transparansi dalam pengembangan

FastAPI sangat transparan dalam pengembangannya. Mereka menyediakan dokumentasi tertulis dan versi yang jelas sehingga pengembang bisa mengikuti setiap perkembangan yang ada pada FastAPI.

5. Integrasi dengan Jupyter

FastAPI juga dapat digunakan dan diintegrasikan dengan Jupyter. FastAPI menyediakan lingkungan pengembangan dan kemudahan dalam pengambilan data.

6. Interface dengan OpenAPI

FastAPI juga menyediakan antarmuka grafis yang dapat digunakan dalam pengaksesan API, yaitu OpenAPI atau SwaggerUI. Dengan antarmuka ini, HTTP APIs atau RESTful dapat dibangun dengan cepat sambil memperhatikan keamanan.

7. Sangat Cocok Untuk API Sebagai Layanan Web Services

Dalam era digital saat ini, website sangat membutuhkan kecepatan dalam merespon. FastAPI sangat cocok untuk diimplementasikan dalam API sebagai layanan Web Services, karena jadwal pemrosesan kodak dapat dirancang sendiri, hal yang penting dalam menyesuaikan tindakan website tersebut.

Kekurangan FastAPI

1. Kurangnya Pengguna dan Kurangnya Support

Kelemahan pertama dari FastAPI, kekurangan pengguna dan support. Saat kita mendengar tentang FastAPI, kita sedikit kesulitan menemukan forum diskusi, artikel, dan tips serta trik terkait FastAPI dibandingkan dengan Framework Populer seperti Django dan Flask. Namun, hal ini masih bisa diatasi dengan kemampuan pencarian informasi yang baik di mesin pencari.

2. Memerlukan Banyak Pengetahuan Tentang Python

FastAPI memerlukan pengetahuan yang baik tentang bahasa pemrograman Python sehingga membatasi penggunaan yang belum memiliki pengetahuan tentang bahasa pemrograman Python. Sehingga, bagi mereka yang terbiasa dengan bahasa pemrograman lain mungkin akan memiliki sedikit kesulitan dalam proses pemrograman.

3. Tidak Cocok Untuk Pemula

FastAPI tidak cocok digunakan untuk pengguna pemula karena memerlukan pengetahuan mendalam tentang bahasa pemrograman Python serta tidak memiliki dukungan dari komunitas dan fitur lengkap seperti Framework Populer seperti Flask dan Django.

4. Tidak Cocok Untuk Aplikasi Kecil

FastAPI lebih cocok digunakan pada lingkungan yang lebih kompleks dan besar, sehingga kurang cocok digunakan pada aplikasi yang berskala kecil.

5. Memiliki Learning Curve yang Tinggi

FastAPI memiliki learning curve yang tinggi, artinya. membutuhkan waktu yang harus diinvestasikan agar dapat menguasai Framework ini.

6. Tidak Memiliki Banyak Plugin

FastAPI masih baru memiliki plugin di pasar, namun pluging yang bisa dikembangkan masih sangat sedikit dan butuh perbaikan di sisi lain, seperti ada beberapa bug yang terdapat pada plugin FastAPI sampai saat ini.

7. Kurangnya Dokumentasi

Kurangnya dokumentasi membingungkan untuk menggunakan FastAPI. Beberapa bagian dari frameworknya sangat sedikit digambarkan dan cukup sulit untuk melihat secara cepat dan mudah bagaimana sesuatu bekerja.

Tutorial FastAPI

Pengenalan

FastAPI telah membuat API dengan referensi spesifikasi OpenAPI untuk memastikan bahwa data menggunakan interface yang seragam dan sudah memiliki sistem dokumentasi yang sangat baik.

FastAPI: Memulai Pemrograman

Ketika Anda baru belajar programming, menggunakan Framework FastAPI bisa menjadi tantangan terbesar. Ada beberapa hal yang harus dipelajari terlebih dahulu agar bisa menggunakan FastAPI. Pertama, Anda harus menguasai bahasa Python dan sudah memahami konsep OOP. Setelah itu, Anda bisa memulai penggunaan FastAPI melalui beberapa tutorial yang disediakan di situs FastAPI.

Membuat Aplikasi Pertama dengan FastAPI

Jika Anda sudah paham betul tentang konsep dan bahasa pemrograman Python, kini saatnya memulai membuat aplikasi dengan FastAPI. Komponen yang Anda butuhkan untuk mengembangkan aplikasi adalah: PyCharm, FastAPI, Postman, dan Insomnia untuk pengujian API yang sudah dibuat.

Membuat Dokumentasi API Menggunakan SoilStack

SoilStack adalah layanan dokumentasi API untuk project FastAPI dan tempat yang paling disarankan untuk membuat dokumentasi API yang bermanfaat. SoilStack tidak hanya menawarkan layanan dokumentasi API, tetapi juga memberikan dukungan terhadap jenis jenis fitur seperti versioning dan pagination.

Membuat Aplikasi Realtime Streaming API dengan FastAPI

FastAPI juga bisa digunakan untuk membuat aplikasi realtime streaming API, Anda bisa mulai dengan menghubungkan aplikasi Anda ke CloudMQTT, AWS S3 atau Google Firebase. Dalam hal ini FastAPI menjadi solusi yang cukup mudah dan cepat dalam pembuatan aplikasi realtime streaming.

Pembuatan Sistem Autentikasi pada FastAPI

Autentikasi menjadi hal yang wajib pada sistem aplikasi apapun, karena akan melindungi semua data dari segala macam gangguan yang tidak diinginkan. Fitur ini juga telah dibangun di dalam FastAPI.

CRUD dengan FastAPI dan SQLite

Banyak aplikasi termasuk kita yang membutuhkan modul untuk menyimpan data. SQLite adalah database yang sangat ringan dan portabel yang sangat dianjurkan untuk menggunakan kasus aplikasi ini. FastAPI memberikan dukungan terhadap SQLite sehingga memungkinkan Anda dapat membuat dasar-dasar aplikasi CRUD dengan cepat.

Membangun Aplikasi FastAPI untuk Pemula Menggunakan Pandas

Apabila Anda ingin membangun aplikasi dengan menggunakan Pandas dan FastAPI, artikel ini akan membantu anda memahami bagaimana mengatasi pertanyaan aplikasi yang sederhana. Pada artikel ini, Anda akan mempelajari pandas, cara membaca file CSV, membuat API, dan beberapa aspek penting lainnya yang terkait dengan penggunaannya.

FastAPI dan ORM

Jika Anda sebelumnya tidak terbiasa dengan ORM, ORM memungkinkan Anda untuk mengakses database Anda dengan bahasa high-level. SQLAlchemy, Peewee, Pony ORM, Tortoise ORM, dan beberapa bilblioteca lainnya adalah banyak yang mendukung utilitas ORM untuk FastAPI. Dalam artikel ini kita akan gunakan Python Daybies ORM Pydantic.

Deploy Aplikasi Menggunakan Heroku

Akhir-akhir ini, FastAPI menjadi favorit para developer muda, bentangkan performa dan kemudahan penggunaannya membuat FastAPI menjadi pilihan utama. Setelah Anda selesai membuat aplikasi FastAPI, Anda bisa deploy aplikasi tersebut melalui Heroku. Semua tutorial yang terkait dengan deploy ini bisa dipelajari dengan mudah dengan melihat beberapa tutorial informasi yang telah digunakan sebelumnya.

FastAPI vs Flask

Apabila Anda seorang pengembang atau programmer, pasti Anda akan berpikir apakah penggunaan FastAPI lebih baik ketimbang Flask. FastAPI dan Flask adalah dua framework web yang sangat populer. Keduanya mempunyai kelebihan masing-masing.

FastAPI vs Starlette

FastAPI dan Starlette memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Keduanya memiliki sistem routing yang demikian serupa dengan NodeJS. Banyak pengembang memakai kedua framework ini. FastAPI lebih baik digunakan di saat Anda memerlukan performa yang lebih cepat dan proyek yang lebih besar dan kompleks.

Beberapa Tips Menggunakan FastAPI

Apabila Anda ingin meningkatkan keterampilan menggunakan FastAPI, beberapa hal dapat Anda lakukan. Pertama, gunakan bahasa Python dan memahami konsep OOP secara baik. Masih banyak tutorial FastAPI yang bisa ditemukan di internet, ada juga diskusi-diskusi grup FastAPI. Dan jangan lupa, gunakan Antarmuka Grafis FastAPI – OpenAPI – secara tepat.

Migrasi dari Aplikasi Versi Sebelumnya

Setelah Anda terbiasa menggunakan versi terbaru FastAPI, akan tiba saatnya untuk melakukan proses migrasi versi terbaru tersebut. Hal ini bukan suatu proses yang mudah, namun butuh logika yang tepat dalam mempersiapkan sktuktur aplikasi sendiri sehingga dapat menghindari kesalahan dalam proses migrasi.

Tabel Informasi Lengkap tentang FastAPI

1. Nama Framework

Nama FastAPI

2. Pencipta dan Sejarah Pembuatan

Pembuat Sebastian Ramiro
Tanggal Rilis Pertama 16 Januari, 2019
Versi Terbaru 1.0.0 (Rilis 23 April, 2020)

3. Bahasa Pemrograman dan Sistem Operasi yang Diperlukan

Bahasa Pemrograman Python
Sistem Operasi Windows, Linux dan mac OS

4. Teknologi

Teknologi ASGI
Jenis Framework Backend

5. Kelebihan

Performa tinggi dalam menjalankan API
Mudah digunakan dan diinstal
Transparansi dalam pengembangan
Memiliki antarmuka dengan OpenAPI
Dapat digunakan sebagai layanan Web Services
Dapat digunakan pada sistem asinkronus
Mudah digunakan dengan Pandas

6. Kekurangan

Masih kurangnya pengguna dan support
Memerlukan pengetahuan Python yang baik dan cukup dalam memahami konsep OOP
Tidak cocok untuk pengguna yang masih pemula
Tidak cocok untuk aplikasi yang berskala kecil
Memiliki learning curve yang tinggi
Tidak banyak plugin yang tersedia untuk FastAPI
Kurangnya dokumentasi

FAQ Mengenai FastAPI

1. Apa itu FastAPI?

FastAPI adalah sebuah framework web yang dibangun dengan menggunakan bahasa pemrograman Python. FastAPI mempercepat pembangunan aplikasi dengan menyediakan code yang lebih